Datangi Radar Gresik, Inilah 11 Kode Etik Jurnalistik Yang di Sampaikan Kepada Kremus Media!

Kremus Media

Kremus Media SMK Muhammadiyah 1 Gresik Melaksanakan Study Tiru Bersama Radar Gresik yang Bertempat di Jalan Pahlawan No. 46 Gresik. Kamis, 26/01/2022. Kunjungan Tersebut  di sambut Baik Oleh Ibu Siti Umi Hani Selaku Kepala Biro Radar Gresik dan Kak Riri Selaku Staf Marketing yang bertugas di Radar Gresik.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk Sharing-sharing dalam ke Jurnalistikan dan juga mengenai Kode Etik yang ada pada dunia Jurnalistik,  selain itu juga mereka menambahkan bahwa menjadi anak jurnalis bukan hal mudah harus dapat mengikuti perkembangan Aktivitas yang sedang berlangsung sehingga Berita-berita yang di buat akan menjadi akurat.

“Tidak ada pekerjaan yang mudah, pun juga jadi seorang jurnalis. Selain dibutuhkan keberanian, jadi jurnalis juga butuh komitmen dan passion untuk menyalurkan berita yang akurat dan layak dikonsumsi masyarakat luas,” Ujar Ibu Siti Umi Hani Selaku Kepala Biro Radar Gresik.

“Selain itu Suka menjadi Jurnalistik/ Wartawan adalah Banyak ketemu orang-orang penting, Wawasan bertambah luas, Orang pertama yang mendapat informasi secara eksklusif, Memiliki banyak relasi” Tambahnya.

Adapun Kode etik jurnalistik berisi apa-apa yang menjadi pertimbangan, perhatian, atau penalaran moral profesi wartawan. Selain itu, isi etikanya juga mengatur hak dan kewajiban dari kerja kewartawanan. Landasan kode etik jurnalistik mengacu pada kepentingan publik. Sebab kebebasan pers yang ideal adalah kebebasan yang tidak mencederai kepentingan publik dan tidak melanggar hak asasi warga negara.

Inilah 11 Kode Etik Jurnalistik:

  1. Pasal 1, wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk.
  2. Pasal 2, wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
  3. Pasal 3, wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
  4. Pasal 4, wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  5. Pasal 5, wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
  6. Pasal 6, wartawan Indonesia tidak menyalagunakan profesi dan tidak menerima suap.
  7. Pasal 7, wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaanya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan
  8. Pasal 8, wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
  9. Pasal 9, wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
  10. Pasal 10, wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, atau pemirsa
  11. Pasal 11, wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional
Spread the love

Komentar ditutup.

butuh Informasi? Chat kami