Mengulik Sejarah Berdirinya Islamic Boarding School Al-Fajr SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik untuk Memperingati Hari Santri Nasional.

Kremus Media

Kremus_media. Bungah, Gresik, Jawa Timur. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, sekarang setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN), Jika membahas Hari Santri Nasional pasti tidak asing dengan kata Pondok Pesantren, Pondok pesantren adalah Lembaga Pendidikan tradisional yang dibimbing oleh kyai dan terdapat asrama di dalamnya untuk para siswa tinggal. Pondok pesantren di Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1742 di Ponorogo Jawa Timur oleh Sultan Pakuwono II sebagai ucapan terima kasih kepada Kyai Hasan Besari. Di dalam pondok pesantren pasti ada siswa, nahh sebutan siswa pada pondok pesantren ini adalah santri. Kalau diartikan secara umum, santri adalah seseorang yang mengikuti pendidikan agama islam di pesantren sampai dia menyelesaikan pendidikannya. 

Jumat (22/10/2021) bertepatan dengan Hari Santri Nasional Team Kremus Media berkesempatan untuk berkunjung dan melihat beberapa kegiatan yang ada di Boarding School Al-Fajr. Seperti pada umumnya disini seluruh Santri baik Laki-Laki maupun Perempuan dilatih untuk Sholat Tahajud berjamaah, Menghafal Al-Quran, Muroja’ah Alquran dan di hari tertentu juga terdapat pemberian materi Aqidah- Ahlaq maupun Bahasa Arab, dan di adakan Boarding School di SMK Muhammadiyah 1 Gresik mempunyai tujuan untuk mempermudah akses saat bersekolah, jadi Santri yang tinggal di Boarding School Al-Fajr ini tidak hanya Santri dari wilayah Bungah setempat, melainkan banyak juga yang dari luar Bungah.

SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik merupakan sekolah berbasis Islamic Boarding School dan salah satu syarat menjadi Islamic Boarding School adalah mempunyai Pondok Pesantren (Asrama) bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolahnya. Berdirinya Asrama Boarding School SMK Muhammadiyah 1 Gresik diawali dari tahun 2010 dimana sekolah kami mengawalinya dengan program anak asuh yang kemudian istilah itu terus berproses akhirnya berubah menjadi anak binaan. Dengan melihat latar belakang diatas lambat laun karena melihat manfaat dari adanya program anak binaan maka wali murid mengajukan usulan untuk menjadikan asrama sebagai solusi bagi mereka yang rumahnya berjarak jauh dari sekolah. Akhirnya asrama yang semula hanya berpenghuni anak binaan meluas menjadi Boarding School.

“Terimakasih Kepada SMK Muhammadiyah 1 Gresik karena sudah memberi kemudahan buat Santri yang tinggal di Boarding School Al-Fajr untuk mempermudah akses ke Sekolah, jadi kita tidak perlu jauh-jauh untuk berangkat sekolah dan disini kami juga mendapat banyak ilmu yang bermanfaat karena kegiatan-kegiatan islami yang di ajarkan oleh ustad dan ustadzah” ujar Moh. Khoirul Anas selaku Santri Boarding School Al-Fajr.

Sejatinya Boarding School disini memiliki pengertian sekolah / lembaga yang menyediakan sarana menginap bagi siswa siswinya juga memberikan bimbingan pembelajaran siswa dengan menambah materi-materi keagamaan sebagai bekal hidup mereka dimasa yang akan datang, “harapan dengan di adakanya Islamic Boarding School ini bukan hanya mempermudah akses menuju ke Sekolah saja melainkan Santriwan dan Santriwati juga diberi ilmu maupun bimbingan pembelajaran guna bekal hidup dimasa yang akan datang” ucap Ibu Ibu Nusbatul Laili, S.Ag selaku Koordinator Ismuba SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik.

Spread the love

4 pemikiran pada “Mengulik Sejarah Berdirinya Islamic Boarding School Al-Fajr SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik untuk Memperingati Hari Santri Nasional.”

Tinggalkan komentar

butuh Informasi? Chat kami