
Gresik, (29/12/2025) dalam acara yang berlangsung akrab tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Fokus utamanya adalah sinkronisasi kurikulum dan transfer teknologi. Dengan begitu, apa yang dipelajari siswa di kelas akan selalu selaras dengan perkembangan terbaru di dunia industri pendingin dan tata udara (HVAC).
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Gresik, Mukromin Latif, S.Pd. menjelaskan bahwa keberadaan Pabrik Ice Tube di lingkungan sekolah adalah aset besar yang harus dioptimalkan.
“Kami tidak ingin siswa hanya tahu cara mengoperasikan mesin, tapi juga paham bagaimana melakukan perawatan (maintenance) dan perbaikan jika ada kendala teknis. Bersama APITU Jatim, kami membawa standar industri langsung ke dalam sekolah agar siswa kami punya’jam terbang yang nyata sebelum lulus,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua DPD APITU Jawa Timur Ihat Rustandi, S.Kom. menyambut positif inisiatif sekolah dalam membangun unit produksi mandiri. Menurutnya, industri saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang memiliki mentalitas praktisi.
“Kami melihat potensi besar di SMK Muhammadiyah ini. Pabrik Ice Tube mereka adalah laboratorium hidup. Melalui MoU ini, kami akan mendampingi para siswa melalui program magang, guru tamu, hingga sertifikasi kompetensi. Kami ingin memastikan mereka menjadi teknisi yang tidak hanya terampil, tapi juga profesional dan beretika,” tegasnya.
Selain aspek teknis, kerja sama ini juga membuka peluang bagi para lulusan untuk langsung terserap di jaringan perusahaan mitra APITU atau bahkan memulai usaha mandiri di bidang jasa pendingin.
Acara penandatanganan diakhiri dengan sesi peninjauan langsung ke area produksi Ice Tube. Dengan langkah strategis ini, SMK Muhammadiyah 1 Gresik optimis dapat mencetak generasi ahli pendingin yang siap menjawab kebutuhan pasar, sekaligus memperkuat posisi sekolah sebagai pionir sekolah kejuruan berbasis industri di Jawa Timur.
#smkmuhammadiyah1gresik #smkmutuexcellent #smkbisa #smkhebat👏 #apitujawatimur