Refleksi Hari Guru : Dedikasi Tinggi dengan Ikhlas Menemani

Kremus Media

Kremus_media. Bungah, Gresik, Jawa Timur.“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”( UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1 ).

Guru digambarkan sebagai sosok yang sangat mulia, tinggi ilmunya, sederhana kehidupannya dan luhur budi pekertinya. Ia memberikan ilmu kepada para murid dengan penuh kesenangan sekalipun tanpa imbalan. Sehingga tak mengherankan jika guru dianggap sebagai sosok pahlawan tanpa tanda jasa. Guru tak boleh terbelengu oleh ruang dan waktu. Dimanapun dan kapanpun, guru harus tetaplah guru, guru harus dapat digugu dan ditiru. Itulah gambaran sosok seorang guru yang ideal, kharismatik dan penuh wibawa. Betapa bahagianya menjadi seorang guru yang tampil penuh kharisma dihadapan siswanya. Sosok guru yang selalu dirindukan kedatangannya, diamnya disegani, tutur katanya ditaati,  dan kepergiannya ditangisi.

Selasa (5/10/2021) Bertepatan Dengan Hari Guru Sedunia Tim Kremus Media berkesempatan mewawancarai salah seorang PTK yang sudah menemani perjalanan SMK Muhammadiyah 1 Gresik selama 26 Tahun Beliau adalah Bapak Drs Nur Ali, beliau dilahirkan di desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Gresik tepatnya pada tanggal 19 Desember 1962. Pada tahun 1995 beliau menjadi tenaga pengajar di SMK Muhammadiyah 1 Gresik, dimana waktu itu gedung SMK Muhammadiyah 1 Gresik masih bergantian tempat dengan SMP 5 muhammadiyah Gresik dan SMA 3 Muhammadiyah Gresik. Saat itu SMK masih mempunyai 2 jurusan yakni jurusan MO (mesin otomotif) dan TAV (Teknik Audio Video) dengan jumlah 28 PTK.

Ikhlas adalah salah satu karakter utama guru hebat yang penuh inspirasi. Sifat tersebut harus menjadi karakter ketika menjadi seorang guru. Ikhlas merupakan kata yang mudah diucapkan namun sulit diterapkan dalam kehidupan sehari hari. “Dalam mendidik seorang guru harus meluruskan niat, mendidik dengan tulus tidak pernah merasa lelah, selalu bersemangat dan berenergi. Guru harus ikhlas dalam memberikan bimbingan kepada para siswanya sepanjang waktu. Demikian pula tempat pendidikanya tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas saja, dimanapun seorang guru berada, kita harus sanggup memainkan peranya sebegai seorang tauladan yang sejati” ucapnya.

Selain bercerita tentang perjuangan selama di SMK, Beliau juga menitipkan Pesan bahwa menjadi Pelajar dan Pengajar itu harus menanamkan Niat Yang Ikhlas, karena niat itulah modal utama kita beraktivitas apapun, “kita kalau tanpa niat yang ikhlas tidak akan bisa Istiqomah tapi kalau kita awali dengan niat ikhlas insya Allah kita akan beristiqomah di dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan itu sehingga kita tidak merasa bosan, Istiqomah sudah kita tanamkan pada diri Bapak Ibu insya Allah kita tidak akan merasa malas dan sebagainya, karena itu modal utama didunia secara tulus ikhlas kita akan diberi kekuatan oleh Allah kekuatan fisik maupun batin yang akan bisa membesarkan dan bisa memajukan. walaupun kita sudah menyelesikan suatu masalah, bisa jadi sebelum masalah itu selesai masalah-masalah baru akan datang dan kita harus menghadapinya dengan niat ikhlas pula” tambahnya.

Melalui hari guru sedunia, maka perlu di refleksikan kembali bahwa peran guru bukan saja melakukan transfer ilmu pengetahuan namun harus mampu mentrasfer nilai-nilai dan menjadi orang yang di tauladani oleh peserta didik.

Spread the love

Satu pemikiran pada “Refleksi Hari Guru : Dedikasi Tinggi dengan Ikhlas Menemani”

Tinggalkan komentar

butuh Informasi? Chat kami