SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik Kedatangan Tamu dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya dalam Workshop Implementasi Pembelajaran Sistem Blok

Kremus Media

Kremus_Media. Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, SMK berhak menerapkan pembelajaran semi-blok system (sistem semi blok) dalam penjadwalan proses belajar mengajar baik mata pelajaran normatif, adaptif maupun produktif. Pada semi-block system proses pembagian jadwal pelajaran didasarkan pada jumlah jam akumulasi yang telah ditentukan pada silabus (kurikulum). Teknis penyelanggaraan semi-block system yaitu jumlah kelas dalam satu angkatan (Program Keahlian yang sama) tersebut dibagi dua kelomok, yaitu kelompok Mapel Produktif dan kelompok Mapel normatif adaptif. Dua kelompok tersebut saling bergantian dimana untuk kelompok mapel normatif adaptif ada susunan jadwal tersendiri yang mengakomodir semua mata pelajaran yang ada dan untuk kelompok mapel produktif siswa mendapat materi produktif di bengkel masing-masing.

Senin, 6 Desember 2021 SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik kedatangan Tamu dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya untuk melaksanakan Workshop dengan Tema Implementasi Pembelajaran Sistem Blok, “Konsep dasar Teaching Factory adalah “Factory to Classroom” yang bertujuan untuk melakukan transfer lingkungan produksi di industri secara nyata ke dalam ruang praktik. Kehidupan produksi yang nyata sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi pengajaran yang berbasis aktivitas nyata dari praktik industri pada setiap harinya”, ujar Bapak Dr. Tri Rijanto, M.Pd., M.T.,

“Pengembangan sistem pembelajaran berbasis Teaching Factory di SMK merupakan perpaduan pembelajaran yang sudah ada yaitu Competency Based Educational Training (CBET) dan Production Based Education and Training (PBET), dalam pengertiannya bahwa suatu proses proses keahlian atau keterampilan (life skill) dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar/konsumen,” Tambahnya.

Pembelajaran sistem blok dalam SMK dapat dilaksanakan melalui teaching factory (TeFa). Inovasi pembelajaran melalui TeFa adalah salah satu dari sekian banyak program revitalisasi SMK. Penerapan Teaching Factory di SMK perlu mendapatkan prioritas dari manajemen sekolah agar program ini dapat terlaksana dengan baik untuk mewujudkan tujuan revitalisasi SMK. Banyak institusi pendidikan berusaha untuk membawa praktik pendidikan dekat dengan industri. Sehingga Teaching Factory telah menjadi suatu pendekatan baru untuk pendidikan kejuruan dengan tujuan:

  1. memodernisasi proses pengajaran dengan membawa kepada praktik industri secaran dekat
  2. mengungkit pengetahuan industri melalui pengetahuan baru
  3. mendukung transisi dari manual menuju cara bekerja otomatis dan mengurangi kesenjangan antara sumber daya industri dan pengetahuan industri
  4. meningkatkan dan menjaga pertumbuhan kekayaan idustri.

Spread the love

Komentar ditutup.

butuh Informasi? Chat kami