Tangkal Bullying di Sekolah, SMK Muhammadiyah 1 Gresik adakan workshop Pencegahan Perundungan dan Tindak Kekerasan

Kremus Media

Munculnya pemberitaan terkait perundungan (bullying) di sekolah belakangan ini sangatlah marak, oleh sebab itu Kemendikbud menghimbau sekolah untuk segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan dan perundungan. Sesuai dengan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah.

Selasa, 14/09/2021, SMK Muhammadiyah 1 Gresik adakan Workshop Tentang Pencegahan Perundungan dan Tindak Kekerasan di sekolah, kegiatan tersebut dimulai dengan memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kepada Kepala Sekolah maupun PTK mengenai dampak dan penanganan terhadap tindak Perundungan dan Kekerasan di lingkungan sekolah. Agar terlaksana dengan baik, sekolah membutuhkan kolaborasi antara fasilitator guru pencegah perundungan dengan 30 agen perubahan dan seluruh stikholder yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Gresik.

Adapun cara menyikapi Perundungan dan Kekerasan di Sekolah.

  1. Meningkat Kesadaran kepada siswa-siswi bahwa tindak perundungan dan kekerasan merupakan hal negatif.
  2. Menekankan perilaku yang baik, rasa simpati dan empati kepada siswa dan siswi di sekolah.
  3. Melibatkan Orang Tua & siswa dalam meningkatkan kesadaran dalam aksi perundungan di sekolah.

Harapan setelah di adakan workshop ini, “agar tindakan bullying perundungan dan tindak kekerasan di sosial pendidikan menjadi berkurang, kalau di tahun 2017 bisa mengurangi 30% Perundungan, maka di tahun 2021 ini bisa lebih dari itu bahkan sampai ke tingkat zero”, ungkap Bapak Muhammad Ilyas M.Pd selaku fasilitator nasional program roots indonesia.

Kepala Sekolah SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik Bapak Mukromin Latief, S.Pd mengharapkan “setelah diadakan bimbingan teknis yang terkait dengan anti perundungan guna meminimalisir dan menghentikan tindak kekerasan maupun pelecehan verbal sehingga kedepanya SMK Muhammadiyah 1 Gresik bebas dari bullying maupun tindak kekerasan di lingkungan sekolah”, ujarnya.

Spread the love

Komentar ditutup.

butuh Informasi? Chat kami