Satu-satunya Wakil Kabupaten Gresik, SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik Masuk 4 Besar Penganugerahan INOTEK Award Tingkat Provinsi Jawa Timur

Kremus Media

Kremus_media. Bungah, Gresik, Jawa Timur. Kegiatan Inovasi Teknologi (Inotek Award) Jawa Timur Tahun 2021 telah melewati seleksi / penilaian tahap II (seleksi paparan) dengan menghasilkan 4(empat) nominasi untuk kategori I, II, II,dan IV. Masuk dalam kategori ke IV yaitu INOVASI TEKNOLOGI BIDANG NON EKONOMI “Sistem pembenihan tanaman cabai dengan metode rekayasa Teknologi berbasis IOT (Internet of Things)” hasil karya team Research Technology SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik. Hesti Rahmawati selaku ketua Team mengatakan dia tak menyangka akan masuk dalam inovasi bergengsi tersebut. “Kita tidak mengira dapat menjadi wakil satu-satunya kabupaten Gresik dalam kategori tersebut. Mengingat untuk masuk ajang tersebut sainganya sangatlah berat. “ ujarnya kepada team Kremus.media.

Sebagai tindak lanjut dan berdasarkan agenda kegiatan berikutnya adalah Penilaian Tahap III melalui Fact Finding (Peninjauan Lapangan) oleh Tim Juri dan Tim Balitbang Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan hari Rabu (22/9/2021) pukul 09:00 WIB bertempat di Desa Sidomukti. Mengawali kegiatan dengan pembukaan dan sambutan dewan juri di Kantor Balai Desa Sidomukti langsung menuju ke lokasi survei pertama dirumah petani cabai untuk melihat proses alat tersebut bekerja dan diakhiri dengan survei ke lahan pertanian cabai.


Terpilih dalam ajang INOTEK award ini sangatlah tidak mudah, harus bersaing dengan perguruan tinggi dan seluruh lingkup kabupaten di Jawa Timur. Kasubit Kementerian BAPEDDA Gresik Bapak Kamindarto mengungkapkan bahwa inovasi yang ditemukan oleh siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik sangatlah luar biasa. “Pencapaian yang luar biasa bagi Kabupaten Gresik dan tentunya juga bagi SMK CoE-PK MuTu, dengan pemicu teman-teman yang ada di SMK itu tetap bisa lebih mencetak inovasi-inovasinya”ungkapnya.


Pihaknya juga berharap dengan adanya inovasi ini semoga teman-teman bisa tau bahwa inovasi tersebut progam pemerintah yang berkemajuan untuk suatu negara. “ketika inovasi itu berkembang maka suatu negara juga ikut berkembang, tetapi jika inovasi tersebut berhenti maka selesailah sudah. Kami meminta kepada teman-teman di SMK Muhammadiyah 1 Gresik tidak hanya berhenti disini, setiap tahun bisa melahirkan inovasi-inovasi terbaru tentunya tidak hanya untuk lomba tetapi juga untuk kepentingan masyarakat” Tambahnya. Selain dari pihak BAPEDA Gresik, balai pemprov Jawa Timur mengharapkan hal yang sama, supaya inovasi tersebut bisa terus dikembangkan bahkan sampai ke dunia bisnis dan disebarluaskan ke masyarakat (petani) khususnya di desa Sidomukti dan ke luar desa.

Bapak Hendra Firmansyah selaku petani cabai di desa Sidomukti mengatakan bahwa “Saya sangat Gembira, Setelah di temukan Inovasi ini yang biasanya penyemaian cabai di lakukan lebih dari 1 bulan sekarang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 minggu saja, dan banyak juga perbedaan yang signifikan seperti99% tanaman bisa tumbuh secara serentak “katanya.

Sekertaris Desa Sidomukti Bapak Makhfud mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada SMK Muhammadiyah 1 Gresik dengan inovasinya membuat petani di Desa Sidomukti menjadi terbantu. ” Terima Kasih Banyak Kepada SMK Muhammadiyah 1 Gresik terutama kepada Team Research Technology SMK CoE-PK Muhammadiyah 1 Gresik yang sudah memberi kesempatan menjadikan Desa Sidomukti menjadi Binaan dengan menerapkan Inovasi yang sangat bermanfaat bagi Masyarakat setempat, sehingga kedepanya kami akan mensosialisasikan dan menerapkan alat tersebut guna mempermudah proses penanaman cabai, tomat dan sejenisnya. ujarnya”

Spread the love

Komentar ditutup.

butuh Informasi? Chat kami